Data udara presisi untuk keputusan yang tidak menebak-nebak.
Survey & pemetaan berbasis drone dan LiDAR dari Skymap Indonesia — lebih cepat dari ground survey, lebih rapat titik datanya, dan siap pakai langsung di software CAD/GIS Anda.
Masalah yang biasa menghambat proyek survey konvensional
Sebelum bicara teknologi, ini persoalan yang paling sering kami dengar dari tim lapangan dan pengambil keputusan proyek.
Biaya & waktu ground survey
Total station dan tim survey manual butuh banyak hari untuk lahan luas, dengan biaya tenaga kerja yang terus bertambah.
Medan yang sulit dijangkau
Perbukitan, tambak, area perkebunan, atau lokasi konstruksi aktif di Sulawesi Selatan seringkali berisiko atau lambat untuk disurvey berjalan kaki.
Data tidak siap pakai
Hasil ukur yang tidak dalam format CAD/GIS standar membuat tim engineering harus mengolah ulang sebelum bisa dipakai.
Legalitas & izin terbang
Operasi drone di area terbatas butuh pilot bersertifikat dan pengurusan izin sesuai PM 37 & PKPS 107 — bukan hal yang bisa dilakukan asal terbang.
Deadline proyek ketat
Laporan progres bulanan atau kebutuhan dokumen tender sering tidak bisa menunggu jadwal survey konvensional yang panjang.
Minimnya validasi lapangan
Tanpa titik kontrol tanah (GCP) yang benar, hasil pemetaan udara bisa terlihat bagus tapi akurasinya diragukan saat dipakai di lapangan.
Teknik survey yang kami sesuaikan dengan kondisi lapangan
Setiap lokasi punya karakter berbeda — kami pilih kombinasi teknologi yang paling efisien untuk hasil yang Anda butuhkan.
Orthomosaic resolusi tinggi, Digital Surface Model, dan garis kontur dari ribuan foto udara yang disatukan.
Model permukaan tanah presisi tinggi, termasuk area yang tertutup vegetasi lebat — cocok untuk perkebunan dan koridor jaringan.
Analisis kesehatan vegetasi dan klasifikasi lahan untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan.
Titik kontrol tanah dan koreksi posisi real-time untuk memastikan hasil pemetaan sesuai koordinat sebenarnya di lapangan.
Format output yang langsung kompatibel dengan software Anda
Armada & sensor kelas survey
Kami mengoperasikan dan/atau menyediakan akses ke platform berikut, disesuaikan kebutuhan proyek.
Platform Drone
- DJI Matrice 300 RTK
- DJI Matrice 4E
- DJI Mavic 3 Enterprise
Sensor & Payload
- Kamera fotogrametri resolusi tinggi
- Sensor LiDAR untuk point cloud presisi
- Kamera multispektral untuk NDVI
- Modul GNSS RTK/PPK
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Seberapa akurat hasil pemetaan drone dibanding survey manual?
Dengan kombinasi GNSS RTK/PPK dan titik kontrol tanah (GCP), akurasi horizontal dan vertikal kami berada di kisaran 2–5 cm — setara atau lebih baik dari sebagian metode ground survey konvensional, dengan waktu pengerjaan yang jauh lebih singkat.
Apakah hasilnya bisa langsung dipakai di AutoCAD atau ArcGIS/QGIS?
Bisa. Semua deliverable kami disiapkan dalam format standar industri (DWG/DXF, SHP, GeoTIFF, LAS) dan sistem koordinat bisa disesuaikan dengan workflow proyek Anda.
Apakah operasional drone Anda legal untuk area sensitif?
Ya. Tim pilot kami mengikuti ketentuan PM 37 Tahun 2020 dan PKPS Bagian 107, termasuk pengurusan izin terbang untuk kawasan udara terbatas bila diperlukan.
Wilayah operasi Sky Map Indonesia mencakup mana saja?
Basis operasional kami di Makassar dan Kendari, dengan kesiapan mobilisasi untuk proyek di luar wilayah sesuai kebutuhan klien.
Berapa lama saya menerima hasil setelah penerbangan?
Draft awal biasanya kami kirim 3–5 hari kerja setelah akuisisi data lapangan selesai, tergantung luas area dan kompleksitas deliverable yang diminta.
Mulai proyek survey Anda
Ceritakan lokasi dan kebutuhan data Anda — kami bantu tentukan metode survey yang paling efisien.